Surga di Pulau Babua dan Pulau Pastofiri

Pulau Pastofiri dan Pulau Babua seperti menyembul di berulang teduhnya perairan Teluk Jailolo yg membingkai sudut barat Pulau Halmahera, provinsi Maluku Utara.\

Berdiri di sabda teluk, dua pulau karang kecil itu serasa menyapa setiap orang yang berziarah ke Jailolo, destinasi darmawisata baru incaran pemburu magnet Nusantara. sajian daratan dan keindahan bawah air dijamin mendamaikan hati.

Dua pulau tak berpenduduk itu berjejer di jarak Kota Ternate di Pulau Ternate dan Jailolo, ibu kota Kabupaten Halmahera Barat, di Pulau Halmahera. sela Ternate dan Jailolo lebih cangga 18 mil laut (33,3 kilometer).

Pulau Pastofiri. (Foto: kompas.com)
Jika dihitung bersumber Ternate, Pastofiri renggang kurang lebih 10 mil laut (18,5 kilo meter melainkan Babua 15 mil laut (27,7 km sekalipun asal Jailolo, Pastofiri renggang lebih kurang 8 mil laut (14,8 km tetapi Babua 3 mil laut (5,5 km).

Pastofiri dgn luas tidak lebih permulaan 1 hektar dibingkai karang putih. dekat bahasa setempat, Pastofiri berarti karang solo bisa terus diterjemahkan sebagai daratan kecil yang berdiri solo di semula kepungan air laut. demikian dikisahkan Ramly Halim (28), masyarakat Jailolo yang menyadran ke Pastofiri, medio Oktober lalu.

Jika perairan pula teduh, di Pastofiri hanya terdengar riak air laut yang melumas pelan kualitas karang kadang-kadang dekat belasan detik. hawa pula berembus perlahan. kesepian dan keheningan yg disajikan Pastofiri jadi argumen untuk sekitar sultan Jailolo buat turun main

(Sumber: kompas.com)

Share:

0 komentar